Kamis, 06 Oktober 2011

''Memelihara Kedamaian Hati''

     Salah satu tanda kepribadian seorang muslim itu adalah berdzikir. Kita dianjurkan berdzikir setiap saat, dari bangun hingga tidur kembali. Secara harfiah, arti dzikir adalah mengingat Allah dengan menyebut nama-nama-Nya.

    Insya Allah, dengan membiasakan lidah untuk mengucap kalimat-kalimat thayyibah, akan semakin mempertinggi ma'rifat kita kepada Allah swt. Dengan dekat kepada Allah, hati jadi tenang. Berikut ini adalah tujuh kalimat thayyibah yang harus menjadi penghias bibir umat setiap waktu.

  1. Bismillahirrahmanirrahim.

      Diucapkan setiap kita mengawali segala perbuatan. Insya Allah, jika lidah kita terbiasa, perbuatan ini sudah menjadi refleks kita, maka akan lebih mudah bagi kita untuk menjaga diri dari perbuatan buruk. Karena senantiasa kita diingatkan bahwa ada Allah yang melihat perbuatan kita.
        Kalimat ini sekaligus mengingatkan kita, bahwa segala sesuatu adalah milik Allah, termasuk diri kita yang hina ini. Juga setiap perbuatan kita, hendaknya semua berada di garis yang ditetapkan Allah.
Dalam sebuah hadis Rasulullah menyatakan, "Bahwa setiap perbuatan baik yang tidak dimulai dengan kalimat basmalah, maka perbuatan itu tak berkah."

2. Alhamdulillah

    Inti dari ucapan dzikir ini adalah ungkapan rasa syukur atas karunia dan rahmat Allah swt. Sesungguhnyalah, pancaran perasaan syukur adalah energi kehidupan yang sangat besar bagi manusia. Mereka yang paling banyak bisa bersyukur, berarti telah memiliki yang terbanyak dibanding orang lain. Mengenai hal ini difirmankan dalam QS. Ibrahim ayat 7, bahwa Allah akan menambah rahmat nikmat-Nya kepada mereka yang mampu bersyukur.
      Dengan mengucap kalimat ini setiap selesai melakukan satu pekerjaan, manusia seakan menguatkan keyakinannya bahwa tak akan pernah terjadi sesuatupun tanpa campur tangan Allah. Jika sesuatu itu baik, dirasakan sebagai pertolongan Allah. Jika sesuatu itu kurang baik, tetap disyukuri dengan berkeyakinan bahwa itupun sudah lebih baik dari pada tidak sama sekali.

      Dan manakala seseorang telah terbiasa mengucap syukur untuk hal-hal yang kecil, maka ketika Allah menganugerahkan nikmat yang sedikit lebih besar, maka kenikmatan yang dirasakan orang tersebut akan berlipat ganda.

3. Astaghfirullah

         Difirmankan dalam QS. Ali Imran 135, "Orang-orang yang berbuat kekejian atau menzalimi dirinya lalu ingat kepada Allah, maka minta ampunlah untuk mereka atas dosa-dosa yang dilakukan."

        Sungguh Maha Suci Allah Yang Maha Sempurna. Setelah Ia ciptakan manusia sebagai makhluk hidup yang secara sunnatullah bisa berbuat khilaf, sekaligus Ia berikan 'obat' bagi kekhilafan tersebut. Bagi mereka yang pandai meminum obat ini, maka mereka tak akan terserang penyakit hati yang lebih serius. Allah Maha Pengampun, terutama bagi siapapun yang segera bertobat begitu sadar telah berbuat khilaf.

       Ummat Islam harus membasahkan bibir mereka dengan istighfar ini, sehingga noda-noda dosa yang sempat menempel sedikit demi sedikit setiap hari tidak segera menumpuk menjadi noktah hitam yang tebal. Semakin lama noda-noda ini tertumpuk, akan menjadi semakin sulit untuk menghilangkannya. Maka benarlah bahwa kebanyakan kesalahan besar berawal dari kekeliruan-kekeliruan kecil yang tidak dibenahi.

Sayangnya, seringkali manusia terlambat menyadari kekhilafannya itu. Untuk menghindari keterlambatan tobat, maka dianjurkan untuk istiqamah mengucapkan dzikir ini setiap hari, terutama setelah shalat, walau dirasakan tak ada kesalahan yang diperbuat. Rasulullah saw sendiri, yang sudah dijamin ma'shum, (terjaga dari dosa), dalam sehari mengucap istighfar setidaknya 100 kali.

4. Insya Allah

       Diucapkan ketika seseorang berniat hendak melakukan sesuatu di masa yang akan datang. Dzikir ini akan mengingatkan kita, bahwa kehendak Allah adalah di atas segalanya. Tak seorangpun mengetahui apa yang akan terjadi detik setelah ini. Itu sebabnya, tak akan pernah ada janji yang diikat 100 % antar manusia, kecuali dengan menambahkan kalimat, Insya Allah (QS. Al Kahfi, 23-24).

       Sayangnya, banyak orang mempergunakan kalimat ini secara keliru, hingga berkembang anggapan bahwa kalimat mulia ini diucapkan sebagai kelonggaran untuk tidak menepati janji. Perbuatan umum ini banyak menggejala dalam sebagian masyarakat, sehingga membuat banyak orang memandang negatif kalimat ini.

        Adalah tanggung jawab kita bersama, kaum muslim, untuk meluruskan pandangan ini. Dimulai dengan diri kita sendiri. Mari kita buktikan bahwa ucapan Insya Allah bukan berarti niat untuk melanggar. Akan tetapi sebagai ikatan janji yang sudah pasti akan ditepati secara logika manusia, disertai kepasrahan terhadap kehendak Allah yang sewaktu-waktu bisa membuyarkan rencana.

5. Laa Haula walaa quwwata illaa billaah.

      Dzikir yang merupakan pengakuan terhadap kefanaan manusia dan ke-Maha Kuasanya Allah ini diucapkan ketika seseorang mengambil keputusan (ber'azam). Kalimat thayibah ini adalah pancaran dari sikap tawakal seseorang. Setelah berupaya nyata mempertimbangkan, maka ketika keputusan diambil, dilanjutkan dengan tawakal kepada Allah, yang dinyatakan dalam sikap menerima resiko apapun yang terjadi nantinya akibat diputuskannya keputusan tadi. (Qs Ali Imran : 159).

6. Laa Ilaaha Illallah

       Banyak hadis nabi Muhammad yang menyebutkan keutamaan kalimat thayibah ini. Bahkan disebutkan pula sebagai kunci pintu surga. Dalam prakteknya, masih banyak muslim yang terus menerus melafalkan kalimat ini dalam setiap kesempatan, sayangnya, masih hanya sekedar refleks bibir saja.
Padahal, andai seseorang mengucapkan dzikir ini sembari mengupas hikmahnya, sungguh nikmat dan manfaatnya akan diperoleh tiada habis-habisnya. Karena penjabaran arti dari kalimat ini begitu luasnya. Dan manfaatnya pun bisa dirasakan di setiap waktu dan dalam kondisi apapun. Intinya satu; mengingat kebesaran Allah SWT.

7. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun

      Sungguh benar bahwa manusia adalah milik Allah, dan setiap inci pergerakan tubuhnya beradadalam genggaman Nya. Namun kenyataan bahwa segala sesuatu itu pasti kembali kepada pemiliknya, Allah SWT, tak jarang sulit untuk bisa diterima manusia. Dzikir yang diucapkan di saat menghadapi musibah ini akan membantu kita untuk mengingat akan hal ini.

     Insya Allah, dengan membiasakan meresapi hikmah kalimat ini, kita menjadi lapang dada dalam menghadapi setiap peristiwa, seburuk apapun, yang sudah menjadi takdir kita. Semakin dalam seseorang menghayati hikmah dzikir ini, semakin ringan dia menghadapi kehidupan yang berat ini, tanpa harus menghadapi stress maupun depresi.

By''Sari

''Memorial Keluarga Kecil Sari''

Dalam bahagia Kita Bersama
Dalam Tangis kita teatp bersama
Bahagia Kalian ''Bhagia bagi  sari
Tangis Kalian ''tangis bagi sari

Demi Kalian Untuk bahagia
Demi Kalian Unruk Ceria
Demi kalian Untuk Gembira
Demi Masa Depan Kalian Cerah
Kita Kan sllu bersama
Dengan Berjabat Tangan, Kasih Doa Suka Cita

Sari akan selalu sayang Kalian
Kalian semangat Bagi sari
Kalian Penghapus Duka sari

Jengkel sari Demi kebaikan kalian
Bawel Sari karena cynk kalian
D0a Sari akan selalu menyertai Kalian

Inilah Memorial Keluarga Kecil Sari
Inilah Keluara Kecil Yang Mandiri

Sayangi Keluarga Kalian
Dialah sorga Di Dunia bagi kalian
Cintai Keluarga Kalian
Dialah tonggak Penguat bagi kalian

''Kenangan Indah Dalam Goresan Batik''

       Hembusan angin malam itu seolah menyapanya dengan riuhnya suara angin, membuat Arfa beranjak dari lamunanya. Arfa itulah panggilan dari kedua orang tuanya yang demikian pula disapa oleh teman-temannya. Arfa bekerja sebagai karyawan di perusahaan swasta PT. Surya Permata, yang tidak begitu jauh dari pemukimannya lebih kurang dua puluh lima menit untuk tiba ditempat kerjanya, yang mana tempat kerjanya itu tempat pengiriman barang dan siap untuk mengirimkan barang. Arfa sudah cukup lama bekerja hingga bos dan teman-temannya sudah cukup mengenal kepribadiannya yang sedikit pemalu, humoris dan selaldu menyukai kesederhanaan. Dengan secangkir kopi hangat buatan ibunya yang menemani sepinya malam di teras rumahnya, yang bertiangkan tembok besar bercorakkan burung merak dalam goresan batik yang sangat di sukai keluarganya, yang membuatnya bernafsu menghirup kopi hangat dengan dinginnya angin malam yang riuh.

     Teringat dengan kakaknya yang telah meninggalkannya. Dimana kakaknya selalu menasehatinya walau mereka hanya dua saudara namun terasa ramai bila dia dan kakaknya selalu bersama. Ibu dan ayahnya pun begitu menyayanginya namun kini tinggalah namanya serta kenangan bersamanya, hemm dengan nafas panjangnya dalam benaknya bergumam. Semua telah berlalu, dengan berjalan masuk menuju kepembaringannya. Diiringi angin malam yang dingin membawanya tertidur lelap.

                                                                                     ***

Keesokan harinya Ia terbangun dengan ketukan pintu dikamarny.

Tok’’tok. Arfa sudah jam tujuh. Ayo’ bangun kamu enggak mau kerja ?,

sapa ibu dari balik pintu kamarnya.

Yaa’’Bu sudah bangunni, jawabnya, dengan malas bangkit dari pembaringan.

Setelah berapa menit kumenatap jam beker dikamarnya, ia bergegas mandi dan bersiap-siap dengan seperti biasa motor kesayangannya Suprafit. Dengan Ia lap bersi dan di hidupkan.

‘’Arfa kamu enggak sarapan dulu!, sapa ibu dari meja makan yang menoleh kearahnya, sambil mengunyah sarapan yang selalu ia sediakan ibunya setiap pagi, namun pagi ini seolah malas sekali perutnya untuk berisi makanan.

‘’Enggak usah bu’’, nanti di tempat kerja saja sarapanya. Jawabnya ‘’Kamu ini kenapa enggak seperti biasanya lo ?

Tanya ayahnya

‘’Lagi malas makan yah’’jawabnya singkat seraya mencium tangan ayah dan ibunya meminta izin bekerja pada mereka. Dalam perjalanan Ia melihat sekumpulan orang disebuah tokoh baru, yang membuat hatinya bertanya apakah gerangan terjadi , setelah Ia mendekati dan turun dari motornya. Ia melihat bermacam-macam kain batik baju serta hiasan dinding lainnya, Yang dikerumuni orang yang ingin melihat dan membelinya. Membuatnya turut andil dan melihatnya namun setelah melihat jam tangan nya Ia bergegas tancap gas menuju ketempat kerjanya.

                                                                                        ***

‘’Hei Arfa’’.Ttumben kamu datang pagi hari ini. Nita salah satu teman wanita yang bekerja sama dengannya. Dengan senyum tipisnya menyapa Arfa.

‘’Owh Ya, Bukankah ini sudah menunjukkan pukuk 07.30 WIB, atau jam tanganmu mati. Haruskah aku memperbaikinya dengan tawa kecil jawab Arfa geli. Nita adalah teman yang selalu perhatian dengannya sejak pertama dia masuk bekerja hingga sekarang ia selalu menyapa dan menyebut nama Arfa dalam kata-katanya, hingga teman kerja yang lain menggosipin merka berpacaran. Namun Arfa dan Nita biasa saja menaggapinya, walau Arfa merasa agak janggal dengan sikap Nita seolah dia penggemar beratnya. Nita terbelalak mendengar jawabannya.

‘’Hah apa katamu. Jam tanganku ini mahal, ini kado pemberian ayahku, jawabnya dengan dahi berkerut melihat jam tangannya dengan jarumjamnya tak bergerak.

‘’Owh ya ‘’sini kulihat dengan menarik tangan Nita, Arfa melihat jam tangannya yang ternyata memang tak berjalan jarum jamnya.Arfa pun tertawa lepas.

Ha’ha’ha, begitu indah jam tanganmu. Hupz lalu terhenti seketika tawanya setelah melihat teman yang lain menghampiri kami. Ada apa Arfa begitu senangnya kamu hari ini, sapa Irwan salah satu teman Arfa. Mmm jawab Arfa kaku, Nita hanya cemberut melihat mereka Nitapun langsung bicara pada teman yang lainnya kalau Arfa akan lebih rajin lagi bekerja dan selalu datang pagi. Teman yang lain menimpalinya bukankah Arfa sangat malas datang pagi sekarang sudah hampir pukul 08.00 WIB,loh. Mereka semuapun tertawa dan kembali bekerja menyusun barang yang siap untuk dikirim

‘’Wah Kalian benar-benar terlalu dengan senyum tipisku menunjuk teman-temanku yang kemudian bekerja kembali.

       Setelah jam makan siang kami beristirahat sejenak dengan duduk bersama di sebuah gudang berisi barang yang akan kami kirimkan tempat kami biasa istirahat sehabis makan siang ,ia mengajak Nita berbicara tentang apa yang di lihatnya pagi tadi dan ia mengajak nita kesana.. Tanpa menanyakan lagi Nita langsung menyetujuinya, Ia pun senang mendengarnya. Sepulangnya mereka berdua mampir di toko baru tersebut. Merekapun melihat beberapa hiasan dinding yang di pajanga rapi di lemari susun, tiba-tiba Nita menarik Arfa dan menunjukkan kereta kuda yang diukir gambar batik yang separuh dari keretanya tidak dipenuhi cat ukiran batik.

                                                                                          ***

     ''Lihat ini Arfa bagus sekali bila kita tulis nama kita sendiri dengan ukiran batik, dengan memegang kereta kuda dan menunjukkan padaku. Seketika seorang ibu dengan rambut sedikit beruban dengan kaca matanya ia berceloteh mendekati kami.

’’Ia nak, ini bagus sekali bila kalian bisa ukir lagi, dengan melihat kereta kuda yang dipegang Nita Arfa pun mendekati Bapak setengan baya yang sibuk dengan barang pernak-pernik batik yang diperdagangkannya yang tontoni banyak orang itu. Menanyakan harga kereta kuda yang di tunjukkan nita padanya.



‘’Berapa pak harga kereta kuda itu sambil menunjuk ke arah Nita yang memegang kereta kuda. Dengan menyipitkan matanya melihat kereta kuda yang di pegang Nita. Rp. 150.000-nak jawab Bapak setengah baya itu, dengan menarik napas panjang aku melihat isi dompetku yang mempunyai uang pas Rp.150.000-,akupun membelinya dan memberikannya pada Nita. Dengan bahagianya ia membawa kereta kuda itu dan dalam perjalanan ia bergumam sendiri.

‘’Alangkah cantiknya nanti kereta kuda ini di ukir nama Fanni( Arfa dan nita ) hmm bagus didengar dengan senyumnya sendiri,wah kamu ini kenapa sih nita tanyaku aneh.

    Dengan senyum tipisnya ia menjawab taukah kamu mungkin lusa aku tidak bekerja lagi. Dengan terkejutnya Arfa mematikan mesin motor seketika dan meoleh pada nita yang duduk di belakangnya.

‘’Apa katamu ?. Kamu tidak bekerja lagi. Kenapa ? Tanya Arfa terkejut.’’

‘’Ayahku dipindahkan kerjanya, kamipun akan pindah katanya tegas. Arfa hanya bisa terpaku mendengar ucapan yang keluar secara tegas dari mulut Nita tersebut. Setelah mengantarkan Nita kerumahnya Arfapun tiba dirumahnya dan melihat ayah dan ibu yang asik menonton televisi dan Ayah menyapanya sebentar.

‘’Baru pulang kamu Arfa ?, tanya Ayah padanya.

‘’Habis dari toko baru itu ya di persimpangan jalan raya ,kami melihat baju serta pernak pernik batik ada disana, ibu tersenyum dan menyindirku

‘’Sama pacarmukah kesana ?!, dengan senyum lebarnya

‘’Ah ibu bisa saja dengan meninggalkan mereka mandi dan makan serta menuju kamarnya. Didalam kamarnya Ia mengingat kembali kata-kata Nita saat mereka menuju rumah sehabis membeli hiasan dinding kerata kuda yang setengan ukiran bati itu. Apakah mungkin Nita tidak lagi bekerja tanyanya dalam hati. Arfa akan merasa kehilangan dan tidak mendapatkan lagi perhatian dari seorang gadis manis seperti Nita.

                                                                            ***

        Pagi - pagi sekali Arfa sudah bangun iapun berkemas-kemas menyiapkan perlangkpan ia bekerja yang seperti biasanya ia menghidupkan moto kesayangannya. Selesai sarapan ia lansung meminta izin pada ayah dan ibunya untuk bekerja. Setiba di tempat kerja Arfa langsung mencari Nita namun tidak menemukannya setelah ia bertanya pada Irwan slah satu temannya Irwan menjawab Nita menemui bos dilantai tiga,dengan gusar Arfa menanti Nita turun dari lantai tiga. Setlah lima menit nita pun turun dari lantai tiga arfa lansung menyapanya.

Hei ‘’Nita kenapa kamu minta izin sama bos ya. Tanya arfa gusar. Ya jawab Nita yang berjalan di iringi Arfa di belakangnya. Jadi besok kamu tdak bekerja lagi ya dengan sedih Arfa bertanya pada Nita.Nita hanya menarik nafas panjang dan menarik tangan Arfa.

''Ayo kita kerja,'' hari ini terakhirku bekerja kamu harus beri aku senyuman jangan cemberut sepeti itu jelek tau’ dengan mengacak-acak rambut Arfa nita berlari kecil dan kembali bekerja.Arfa.Sepulang bekerja Arfa mengajak nita pulang bersama seperti kemarin.Merekapun pulang bersama. Dalam perjalanan Nita tampak diam tak satu katapun keluar dari mulutnya. Seketika Nita mengajak arfa berhenti dan menepikan motornya dibawah pepohonan rindang yang sudah tersedia kursi kayu panjang untuk mereka yang menanti taksi atau ojek, Yang sebelahnya ada warung Es campur. Nita pun mengajak Arfa minum Es campur disana. Mereka pun duduk berhadapan dengan dibatasi meja yang sudah di sediakan untuk minum Es. Nita membuka tasnya dan mengeluarkan Kereta kuda pembelian Arfa kemarin. Betapa terkejunya Arfa melihat kereta kuda yang telah di cat ukur penuh yang bertuliskan ‘’Arfa dan nita.

‘’Ambil ini Arfa, Inilah yang bisa menjadikan ingatan kita berdua, terimakasi ya kamu sudah membelikannya untukku. Sekarang ambillah biarla ini menjadi kenangan bagi kita nanti’’. Dengan nada sedihnya Nita menyodorkan kereta kudanya pada Arfa.

      Arfa menerimanya dengan terdiam bisu seribu bahasa dan menydot Es dari pipetnya Nita hanya tertunduk. Selesai menghabiskan Es merka pun berjalan menuju pulang. Arfa mengantarkan Nita pulang dengan sedihnya Ia melihat wajah nita dalam-dalam Nita hanya tertunduk dan sedih.

         Makasi Arfa hati-hati ya kamu di sini aku akan selalu ingat kamu sapa Nita sedih. Arfapun turun dari motornya dan mendekati Nita.’’Akupun akan ingat kamu Nita kamu juga hati-hati ya disana salam buat ayah ibumu. Dengan berjalan masuk rumahnya nita menagis dan menuju kamarnya. Arfa bergegas pulang dengan sedihnya,setiba di rumah selesai mandi dan makan ia langsung menuju kamarnya dan membuka tasnya. Ia melihat kereta kuda yang di ukir dengan tulisan Arfa dan nita. Arfa lama memandangi kereta kuda hingga larut malam ia tertidur pulas,hingga bangun pagipun ia masih menggenggam kereta kudanya.

          Setiba ditempat kerjanya Arfa tamp ak lemas di mukanya Ia tidak melihat senyum Nita lagi perhatian dari gadis manis seperti Nita yang selalu menemani kerjanya memberikan senyum manis padanya. Dimanapun ia berada ia selalu membawa kereta kuda yang bertuliskan namnanya dan nama gadis manis yang selalau menjadi ingatannya. Arfapun hanya bisa berdoa bila memang jodoh mereka akan di pertemukan lagi, namun bila tidak Ia menyerahkannya pada yang Maha kuasa. Dia hanya berusaha. Apa di berikan tuhan padanya. Itulah yang terbaik untuknya.

                                                                                     ***

Sinopsis Cerpen’’ Kenangan Indah Dalam Goresan Batik’’

     Cerpen ini berkisah tentang seorang lelaki yang mempunyai pekerjaan tetap, yang bahagia dengan keluarga dan pekerjaanya karena ia mendapat teman yang banyak serta baik padanya. Ia adalah Arfa lelaki yang pemalu humoris dan sederhana. bukan hanya teman yang baik padanya ia juga mendapat perhatian khusus dari seorang teman perempuannya yaitu Nita. Mereka berdua saling menyukai namun semua tak membuka perasaan mereka hingga suatu hari Nita memberi tahu kalau ia akan berhenti bekerja karena perpindahan kerja ayahnya yang membuatnya harus berhenti bekerja dan ikut dengan ayahnya. Pernyataan tersebut membuat mereka berdua sedih.

       Keluarga Arfa adalah keluarga kecil yang sangat menyukai batik. Hingga Arfapun mengajak Nita ke toko pernak- pernik batik dan membelikan kereta kuda yang bercorak ukiran batik. Namun tidak seluruh dari kereta kuda terdapat ukiran batiknya harganya paspasan dengan isi dompetnya namun Ia tetap membelinya karena Nita menyukainya.

         Menjelang perpisahan mereka Nita mengembalikan kereta kuda yang telah di belikan Arfa yang telah ia tulis ukir batik dengan nama mereka berdua.Ia kembalikan untuk menjadi kenangan mereka berdua hingga saatnya Nita pergi arfa hanya bisa bersedih mengenang kereta kuda pembeliannya yang ditulis Nita nama mereka berdua. Kereta kuda itu selalu dibawanya dimanapun ia berada ia tetap mengenang selalu sosok Nita gadis manis penyemangat baginya.


                                                                                       END



By''Sari 

“Baju Batik Pemberian Ibu’’

        Ini Adalah cerita fiksi belaka, bila ada ada kesamaan nama ataupun crtanya namun semua itu hnya kbnran semata krn ini hanya sebuah cerita khyal belaka :)

       Diminggu siang itu mentari membubuhkan secercah cahayanya menyinari bumi, yang seperti biasanya, setiap libur panjang selesai bagi raport semester pertama Sari yang libur bersekolah, membantu Ibunya menyiapkan makan siang yang sudah ia rencanakan sebelumnya untuk memasak makanan kesukaannya.

   Di dapur yang berukuran persegi panjang membuat sari bersemangat membatu ibu memasak,yang mana disudut ruangan ada ibu yang bergaun batik dengan lengan sependek sibuk dengan pisau dapur dengan memotong bawang. Seketika ibu memanggilnya.

”Sar tolong ibu ambilkan satu mangkuk”sari bergegas mengambil satu mangkuk yang dipinta ibunya yang kemudian di taruhnya di atas meja.

”Bu ini mangkuknya seraya menaru mangkuk, sapa Sari pada ibunya, sambil memotong bawang tipis

ibu bertanya pada Sari.

’’ Siang kamu mau makan apa sih Sar ?’’, tanya ibu, dengan senyum tipisnya ia menjawab.

‘’Hemm Sari mau makan sate bu. Ibu membalas senyum.

‘’Ok'' jawab ibu, kalau sari mau sate bantu ibu ambil daging ayamnya di kulkas lalu sari cuci dan potong dadu kecil nanti biar ibu yang tusukin satenya.

‘’Siap bu'', dengan semngatnya sari menjawab dan bergegas menuju kulkas di sampingnya dan menyediakan daging yang di perintahkan ibunya.Ibu hanya tersenyum melihat semangat sari membantunya memasak.

    Keakraban dan kasih sayang terpancar dari raut ibu dan anak yang terlihat dari wajah mereka hingga mereka tampak serasi dalam pendapat maupun ide-ide meraka yang telah mereka keluarkan.Begitulah keluarga yang mempunyai anak gadis semata wayang yang cantik, cerdas serta sopan dengan kedua orang tuanya.


                                                                                    ***

       Waktu telah menunjukkan pukul 12.00 WIB,ibu sudah menyiapkan bumbu sate sapa ibu pada Sari, dan ia menoleh sekilas‘’ya bu ini sudah selesai dengan menyodorkan daging yang siap di panggang. Setelah memanggang sate ibu dan Sari bergegas menyajikan makan siang, setelah tersaji di meja makan sari mendekati ayahnya yang duduk di teras halaman rumahnya, yang terlihat hijau dengan pepohonan rindang serta dihiasi dengan indahnya bunga mawar yang ingin menampakkan mekarnya dalam kuncupnya.

         Bunga mawar tersebut adalah bunga kesukaan ibu sari,yang selalu di rawatnya. Dengan nada lembut sari menyapa ayahnya.

’’Yah, ayo makan uda laper ni sapa sari’’dengan dahi berkerut.

‘’Yaa. Jawab ayah singkat dan beranjak dari kursinya.

Di meja makan yang di penuhi hidangan, ibu yang menunggu dengan menuangkan air ke dalam gelas, kamipun makan bersama setelah lima belas menit meraka lahab dengan makanan dan merapikan meja makan yang berantakan,ibu menyapa Sari.

‘’Sar kamu ulang tahun lo hari ini’’

‘’Ow yaa,nada sari terkejut dengan sembringanya ia meminta kado pada ayah dan ibunya.

‘’Ayah’Ibu mana kado untuk sari ?’’Pinta Sari pada ayah dan ibunya.

       Ibu beranjak dari tempat duduknya menuju kamarnya sementara ayahnya hanya tersenyum melihat raut manja sari yang mengharap kado darinya dan ibunya, sari tampak gusar menanti ibunya keluar dari kamar.lebih kurang lima menit ibu didalam kamar, sari menanyakan pada ayahnya apa yang ibu lakukan dikamar.ayah hanya menjawab tunggu saja sebentar nanti ibumu keluar. Dengan tak sabar Sari menanti ibunya ia beranjak dari kursinya ,ayah langsung menyegat sari agar tak menuju kamar istrinya.

‘’Sari duduklah di sini’’Sapa ayahnya.

‘’Yaa’’ayah jawab sari dengan muka cemberut dan kecewa duduk kembali duduk dengan wajah gusar.

Ibu keluar dari kamar dengan membawa kotak sedang berbentuk kubus yang dibungkus rapi dengan sampul kado batik.Membuat mata Sari terbelalak lebar dan tertawa riang.

‘’Apa itu kado unutk sari bu ?’’.

‘’Ayah yang menjawab, itu kodok mainan untuk Sari dengan candanya ayah tertawa pada Sari dan ibu. Sari menggaruk-garuk kepalanya tersenyum.

‘’Ah’’. Bohong jawabnya singkat.

‘’Ini ambil’’. Ibu menyodorkan kotak yang dari tadi dipandangin Sari dengan tanda tanya, sari langsung menyambarnya dengan tak sabar dan mngucapkan terimakasih pada ibunya.

‘’Terimakasih ya bu kadonya, ibu menjawab dengan suara sedikit serak, sari ingatkan berapa usia sari sekarang ?’’. Tanya ibu pada Sari.

‘’Hemm empat belas tahun bu jawab Sari singkat.

‘’Ya'', benar kata ayah dengan senyumnya seraya menghirup air dari gelasnya. Ayo buka ajak ibu pada Sari, dan ia pun membuka kado dengan deg-degkan.

‘’Wah’’bagus sekali bu, setalah ia membuka kadonya. Ia terpanah melihat baju batik bermotif bunga mawar berwarna merah marun dengan pita di lengannya.

‘’Kamu tau sar sejarah batik ?.’’ Tanya ibu pada Sari.

‘’Tidak begitu paham bu sari tentang batik,jawanya singkat.

‘’Ayah menimpalinya bukankah sudah di pelajari di sekolah Tanya Ayah ?,

‘’Ia sih yah sudah di peljari namun sari tidak begitu paham bagai mana membuat batik dengan motif yang bagus seperti baju ini.

                                                                         ***

     Motif batik bermacam-macam jawab ibu, tapi pada zaman dahulu hanya terdapat motif yang masih di dominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Karena kemajuan zaman motif batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya. Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini. Ibu menerangkanya, ayah tersenyum melihat sari mendengar dengan seksama dan ayah pun mengajaknya berlibur ke tempat pembuatan batik yang tidak begitu jauh dari rumah neneknya di Yogyakarta.

       Di tempat neneknya, ia diajak ayah dan ibunya megelilingi kain yang di jemur dengar gambar batik yang indah-indah.setelah lima belas menit mereka melihat ragam batik di sana mendadak ibu pusing ayah segera mengajak ibu pulang namun ibu menolak karena hari ini ulang tahun sari kata ibu dengan menolak. Sari hanya bisa terdiam dengan ragu melihat keadaan ibu berubah pucat. Ayah kembali mengajak ibu berjalan dengan mengadeng tangan ibu. Dalam tiga langkah kemudian ibu terjatuh dan pingsan,sari mendekati ibu dengan memegang tubuhnya.

‘’Ada apa yah dengan ibu Tanya sari?’’

‘’Ayah tidak tau ‘’ ayo kita pulang, ajak ayah kepada Sari.

      Kamipun pulang dalam perjalanan ibu tak kiunjung sadar hanya terlihat wajahnya yang pucat dan tubuhnya yang dingin lemas di jog korsi mobil Inova Putih yang ayah kendarai dengan tergesa-gesa. Setiba di depan rumah sakit kami menurunkan ibu dengan gendongan ayah, dan tiba di sebuah ruangan ibupun di periksa dokter. Dokter berbicara pada ayah cukup banyak namun Sari tidak begitu pasti mendengarnya karena Sari tidak diperbolehkan dokter masuk. Setelah ayah keluar dari ruangan ,ayah hanya terdiam lemas.

‘’Ada apa yah dengan ibu ?’’.Tanya Sari

‘’Ibu mengalami Hipertensi yang menyebabkan ibu pingsan,jawab ayah sedih.

‘’Apa yah ibu mempunyai penyakit hipertensi.Dengan terkejutnya sari menjawab kenapa sari enggak di berita tau masalah penyakit ibu, hingga ibu sakit separah ini sampai pingsan yah, dengan berlinangan air mata dan napas tersedak. Sari bicara, kalau ialah yang menyebabkan penyakit ibunya kambuh. Ialah yang menyuru ibu membuat sate makan siang tadi, ia menangis sesak ayah memeluk sari dan menatapnya dengan iba.

‘’Tidak sari, ini semua salah ibu dan ayah yang tidak memberi tahu penyakit ibu selama ini. Kami tidak ingin menganggu sekolah sari jawab ayah, sari hanya terisak menangis dan berjalan menuju ruang rawat ibu.

                                                                             ***

“Bu bangun bu’’ ibu harus kuat, ibu harus bisa mengajari Sari membuat batik seperti baju pembarian ibu

dengan isak tangisnya.

Setelah beberapa jam kami duduk di samping ibu, nampak dokter memeriksa ibu dengan berkata ma’afkan kami pak istri bapak tidak tertolong. Terasa di sambar petir ayah tersungkur lemas dokter menutupi ibu dengan selimut seluruh tubuh ibu, sari hanya menatap lemas dan tak mampu berkata-kata melihat ibu yang terbujur kaku.

       Setelah sepuluh hari selepas kepergian ibu ,Sari bersekolah seperti biasanya dengan duka masih tersimpan diraut wajahnya, ia memngingat kata-kata ibu tentang batik dan motif batik serta baju batik yang diberikan ibunya. Sepulang sekolah Sari langsung menuju lemari pakaiyannya ia membuka kotak yang masih rapi dengan baju batik pemberian ibunya disaat ia berulang tahun yang ke empat belas, ia merasakan sedih yang mendalam karena disaat ia berulang tahun ia mendapat kado yang indah dan serta kehilangan orang yang melahirkan dan membesarkanya. Sedih mendalam bagi sari dan ayahnya setelah kepergian Ibunya.

      Baju yang di berikan ibunya akan ia pakai setiap ia berulang tahun dan menjadi kenangan yang tak akan ia lupakan seumur hidupnya karena ia sudah kehilangan ibunya untuk selama-lamanya.

                                                                         ***

Sinopsis Cerpen “Baju Batik Pemberian Ibu’’

    Cerpen ini berkisah tentang kasih sayang seorang Ibu Dan ayah kepada anak perempuan semata wayangnya yaitu’’Sari’’, hingga suatu hari Sari Berulang tahun yang ke empat belas mereka berencana memberikan kado istimewa dengan baju batik serta mengenalkan macam-macam motif batik pada putri kesayangan mereka, namun takdir berkata lain. Ibunya sari meninggal akibat kambuhnya penyakit hipertensinya yang tidak di ketahui sari, kerena mereka menyembunyikannya dari Sari, sari yang tidak mengetahui penyakit ibunya mengajak ibunya membuat sate hingga membuat penyakit ibunya kambu serta tidak tertolongkan lagi.

      Sari pun merasa kehilngan ibunya dan merasa bersalah karena ia yang meminta ibunya membuat sate untuk makan siang di hari ulang tahunnya .Namun nasi telah menjadi bubur ibunya tak mungkin kembali. Setiap berulang tahun sari selalu mengenakan baju pemberian ibunya serta selalu mengingat kisah batik yang perna diceritakan ibunya.

***




END

Rabu, 03 Agustus 2011

''Jeritan Hati''

Ya Allah dalam nafas ini tersimpan keluh luluh
Ya Allah dalam jiwa ini ada duka terpaut erat

Hamba rindu akan simpuh ini Ya Allah
Memohon ,menyembah, memujiMu
Melafal kitabMu,merindu Rasul serta memujinya

Ya Allah dunia sekejab saja
Betapa meruginya hambaMu ini
Bergeliamang dengan gelap hidup
bergelimang dengan kesalahan''

Akankah tangis ini menjadi obat hamba
Akankah ma'af ini Kau terima
Akankah dosa'' ini terlepas
Dalam nadi ini tersirat takut
Dalam setiap langkah ini tersirat jejak Mu yang membayangi

Hamba takut siksaMu,hamba takut dosa ini menghantui
Hamba takut akhirat tersebut Neraka
Akankah hamba menjadi penghuni surga
Layakkah hamba bagiMu disana
Sedang hamaba berlumur dosa

Ya Allah PadaMu Hamba mengadu berserah diri
Ya Allah tunjukkan jalan terangMu Tuk Jalani Hidup 
Hanyalah padaMu Ya Allah
Tabahkan Hamba, kuatkan iman Hamba

Kau yang Maha penyayang,Kau yang Maha pengasih
Kau Maha pemberi ma'af

Ya Allah Bila Ajal hamba tiba
Berikan Hamba dalam keadaan khusnul Khotima
Yang iklas untukMu,Hak bagiMu
Ridhoi ini Ya Allah A'mi'n Ya Robbal Alami'n


Allah Hu Akbar,Allah Hu AkbarAllah Hu Akbar
Subhanallah,Subhanallah,Subhanallah
Laa Ilaha Illallah,Laa Ilaha Illallah,Laa Ilaha Illallah
Alhamdulillah,Alhamdulillah,Alhamdulillah

Minggu, 31 Juli 2011

''Akhir Ctatan Untuk HidupMu ''Ibu'' ( 25 Januari 2010 )''

Sa'at candaMu

Sa'at MarahMu
Sa'at TangisMu
Terkenang Kami

Kau Sanjung Kami Dengan ujian LayakNy tersayang
Kau beri kami pelajaran Berarti
Kami Mengerti'Kami Pahami'Kami Takuti
Akan Meruginya Kami
Bila Tanpa mengenang n mengingatMu
Jasa2Mu tertimbun D'hati Kami

Biar Dalam D0a Kami MngHampiri
WajahMu membyangi Kami
SenYum Manis Mu Membawa kami
Tenang Iklas UntukMu
Sayang Kasih Mu Bgt Pula Bagi Kami MenyayangiMu

( Birth 10-12-1954 ) Dmn DewasaMu
Kau Membrikan Arti Bagi Kami ank2mU Hingga dwsa Kini
Dgn Bimbingan serta Bantuan Sang Ayah
Kalian Mengasihi Kami tak terhenti sampai nafas beralih

InsyaAllah Ada Jalan bagi Kmai Mneruskan Cita2mu U'kami
Lov3 U Ibu><lov3u ayah=""><We lov3u >

Rabu, 11 Mei 2011

''Do'a''


Saat hatiku meratap

Waktu ku datang menghadap

Dosakah aku berharap

Masihkah ada mu'jizat

Kumohon kehadirat-Mu

dalam khusuknya Do'a ku

Berilah aku jalan-Mu

Untuk penuhi janjiku



Satukanlah  Cinta yang terbelah

Jauhkanlah Dengki dan amarah


Aku slalu berharap

Agar pada suatu saat

Kudapat bersama lagi



Tuhan dengar Do'aku

Bersujud aku dan tak mampu

Satukan diriku

Satukanlah aku



By ''Sari

''Akhlak Yang Mulia''

Terangi tempatMu

Dengan cahaya hati ini

Kurnian Illahi buat pedoman

Akhirat di mana tujuMu

Walau di rintangi Oleh sifat yang berduri

Tak akan goyah hatimu

Bila di hasuti bisikan halus sepi

Tercabarlah keimanan diri

Kekuatan iman insani

Berteduh di bawah naungan Mu

Keredhaan suci Illahi

Doa di pohonkan sejati

Insan dunia kini Hanyut di duniawi

Apakah bekalan Hari pembalasan

Hanya keredhaan Menjadi igauan

Dunia menjadi rebutan
 
Akhlak yang mulia Menghiasi diri

Menjadi penghalang Segala kemungkaran

Mari berusaha Teguhkan peribadi

Ke arah menuju wawasan...


By'' Sari

''Insan Biasa''

Jika hati ini rindu pada-Mu

Aku pun pasrah hanya pada-Mu

Terimalah doa dariku, karna hanya engkau

Yang dapat mengabulkan doa dari hamba-Nya



Hamba ini hanya insan biasa

Yang hanya bisa memohon dan meminta

Tunjukanlah kami jalan yang lurus

Bukan jalan orang yang telah engkau murkai



Kau terimalah ibadahku

Dari hati yang suci bersih



Maha pengasih maha penyayang

Segala puji untukmu Allah

Tunjukkan kami jalan kebenaran

Restui kami rahmat yang syahdu

Kusujud di bawah pundak-Mu



Kami hanya ingin rahmat dan kasih sayang-Mu

karna hanya dengan itu

kami dapat menghadapi cobaan ini


By''Sari

''Bunda''

ketika di kejauhan


masihku hangat kasihmu Bunda

betapaku rindukan redup wajahmu

hadir menemaniku

terbayang ketenangan

yang selalu kau pemerkan

bagaikan tiada keresahan


walau hatimu sering terluka

ketika diriku terlanjur kata

tak pernah sekali kau tinggalkan

diriku sendirian


ketikaKu dalam kedukaan

kau mendekap penuh pengertian

disaat diriku kehampaan

kau setia mengajarku

arti kekuatan


terpancar kebanggaan

dalam senyummu

melihatku berjaya

bilaku kegagalan tak kau biarkan

aku terus kecewa

dengan kata azimat

engkau nyalakan semangat

restu dan doa kau iringkan


tak dapatku bayangkan hidupku Bunda

tanpa engkau disisi

semua kasih sayang yang kau curahkan

tersemat dihati.....


By''Sari 

''Melihat Bintang''

Bila mentari menyinar,

kurasa panansnya membakar.

Bila mentari tunduk ke bumi,

kurasa diri ini sunyi...

tiada teman seorang diri.



Dalam kepekatan malam,

kulihat ada bintang-bintang kecil,

turut bersama.



Oh...indahnya ciptaan Tuhan,

pada yang mau memikirkan,

rahsia s'gala yang tercipta,

tersembunyi pada kurniaan rahmat-Nya...


Di sebalik terang sinar surya,

ada yang buta melihat dunia.

Namun pada malam yang gelita,

ada insan yang terus berdoa...

By'sari 

Hidup ini Mahal


Dari dulu sudah sering kukatakan

Apa benar kau masih inginku bertahan

Rela-rela, kau bilang kau sungguh rela

Untuk setia memanti aku di sana

Ternyata dirimu mulai goyah

Tak sabar sampai menungguku ku bisa

Untuk memintamu



Hidup ini mahal bila dipikirkan

Cari makan untuk sebulan

Menabung sulit apalagi sampai

Ku harus melamar


Sayang sudah susah


Jadi tambah susah

Tolong sabar sebentar saja

Bila berjanji ku pasti tepati

Asal kau menanti


Aku tahu berat beban yang kau rasakan

Sungguh takkan dirimu kusia-siakan


Mengapa dirimu goyah

tak sabar sampai menungguku ku bisa


Dari dulu sudah sering kukatakan



Sing.Goliath Band :)

Minggu, 20 Maret 2011

''Allah Maha Besar''

Wink
Terlahir ke dunia
Tercipta hanya untuk-Nya
Memuji memuja hanya pada-Nya

Bertasbihlah semesta raya
Di kemahaagungan sang Maha Pencipta
Oh Dia oh Dia Yang Maha Sempurna
Allahu akbar
Allahu Akbar
Hu Allah ''Allah Maha Besar
Allahu Akbar' Allahu Akbar
Hu Allah Allah' Maha Besar
Smile
Semesta memuji memuja keagungan-Mu
Berserah bersujud memohon hanya pada-Mu

Allah Maha Besar
Dengan segala keagungan milik-Mu
Allah Maha Besar
Segala puji Untuk-Mu

Bayi yang lahir
Nyawa yang hilang
Setiap insan semua tlah dituliskan
Burung yang terbang
Ikan berenang karena Allah
Smile

Allah engkau dekat penuh kasih sayang
Takkan pernah engkau biarkan hamba-Mu menangis
Karna kemurahan-Mu
Karna kasih sayang-Mu

Hanya bila diri-Mu
Ingin nyatakan cinta
Pada jiwa yang rela dia kekasih-Mu
Kau selalu terjaga yang memberi segala


Allah Rahman 'Allah Rahim
Allahu Ya Ghafar Ya Nurul Qolbi
Allah Rohman Allah Rahim
Allahu Ya Ghafar Ya Nurul Qolbi

Di setiap nafas di segala waktu
Semua bersujud memuji memuja asma-Mu

<3 U Allah

Kau yang selalu terjaga yang memberi segala

Setiap mahluk bergantung pada-Mu
Dan bersujud semesta untuk-Mu
Setiap wajah mendamba cinta-Mu cahaya-Mu

Smile
Tiada satupun tak terencana
Daun yang jatuh dan hujan yang turun
Setiap musibah dan kematian tlah dituliskan

Allah Sang Maha Pencipta
tak satupun kekurangan
Allah yang Maha Besar
Segala puji untuk-Mu

Rabu, 23 Februari 2011

''Senyum IKlas''

Senyum adalah suatu tindakan yang paling mudah, paling sederhana, paling murah dan paling menyenangkan di dunia.
Seringkali kita melupakan tindakan ini dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita merasa sudah terlalu letih oleh kerjaan yang menumpuk, membayar tagihan-tagihan atau kasir toko yang menyebalkan ketika tadi berbelanja dan mungkin terlalu stres karena tugas yang seambrek

Kenapa harus tersenyum?
Berikut beberapa alasan mengapa anda harus banyak tersenyum :

1. Dengan Tersenyum Anda Akan Mendapatkan Lebih Banyak Kebahagiaan
Cobalah paksakan diri anda untuk tersenyum selama 30 detik mulai dari sekarang. Lakukan pula ketika anda mengalami kemalangan. Dengan membiasakan tersenyum, tidak peduli bagaimana perasaan anda saat itu, di dalam tubuh anda akan terjadi reaksi-reaksi kimia yang dapat membuat anda merasa bahagia dan minimal tersenyum walau hati perih. Dengan itu maka wajah anda akan Nampak lebih cemerlang dan mempesona
Cobalah dan rasakan perbedaannya.

2. Senyuman Dapat Merubah Keadaan Anda
Jika anda merasa putus asa, marah atau bosan, sebuah senyuman akan mengubah keadaan emosi anda menjadi lebih positif. Dan sebuah keadaan yang positif tidak hanya membuat hidup anda lebih menyenangkan tetapi juga membuka segala kemungkinan lain dalam pikiran anda. Anda akan melihat dunia dengan cara yang berbeda melalui lensa kebahagiaan. Dari situ anda dapat mulai membangun sederetan tindakan yang positif dan berinterasksi dengan banyak orang setiap harinya.

3. Senyuman Dapat Mengubah Keadaan Orang Lain
Jika anda berjalan ke dalam sebuah ruangan atau menuju ke sebuah toko dengan senyuman di wajah anda, akan membuat semuanya berbeda. Semua orang akan berbalik tersenyum pada anda. Hal ini akan banyak membantu mencairkan setiap ketegangan atau kekakuan yang ada. Interaksi anda akan lebih terbuka, santai dan penuh dengan kegembiraan. Pernahkah anda melakukan kesalahan, misalnya menginjak kaki orang lain kemudian anda tersenyum sembari meminta maaf? Apakah ia lalu marah-marah? Tentu tidak kan? Itulah hebatnya senyuman

4. Tersenyum? Apa Ruginya?
Ketika memilih antara mengerutkan dahi, ekspresi kosong atau tersenyum, tampaknya pilihan terakhir adalah pilihan yang paling produktif dan positif, bukankah demikian? Seringkali anda lupa untuk tersenyum atau mungkin anda tidak terlalu suka untuk tersenyum. Tapi jika anda berusaha untuk menggunakan senyuman anda sesering mungkin, anda lama-kelamaan akan mempunyai kebiasaan yang baru, kebiasaan yang jauh lebih positif. Jika anda termasuk orang yang selalu memperhitungkan untung rugi untuk segala hal, cobalah pertanyaan ini, ‘apa ruginya anda tersenyum?

5. Lebih Mudah Untuk Tersenyum Daripada Melakukan Yang Sebaliknya
Penelitian membuktikan “Dibutuhkan tujuh puluh dua otot untuk berkerut, tetapi hanya tiga belas otot untuk tersenyum.”Sungguh mudah bukan? Jadi sebetulnya anda menggunakan jauh lebih sedikit otot ketika tersenyum dibandingkan saat anda mengerutkan dahi atau memasang muka marah. Dengan membiasakan diri untuk tersenyum, maka otot tersenyum anda akan menjadi lebih kuat daripada otot untuk mengerutkan dahi anda, sehingga lama kelamaan anda akan lebih mudah untuk tersenyum daripada melakukan hal yang sebaliknya.
 
6. Akan Menjadi Lebih Kaya
 Dengan selalu tersenyum anda akan lebih kaya? Yups kaya akan teman dan tentunya pasti anda kaya akan hubungan yang menyebabkan anda terkenal ramah dan mudah sekali bergaul dan dipercaya orang lain. Mari kita bandingkan Apakah anda lebih menyukai cewek / cowok yang lumayan keren akan tetapi selalu merengut, ketus dan cenderung pemarah?Ataukah anda lebih menyukai seseorang yang wajahnya biasa aja akan tetapi dia selalu ramah, baik hati, selalu tersenyum ikhlas dan berkata dengan lemah lembut
"Apabila Teman pernah melihat mayit yg mengeluarkan air liur atau lendir dr mulutnya, kedua bibirnya merengut (menyusut), raut mukanya muram ke hitam2an, kedua matanya membiru, maka perlu anda ketahui bahwa yg demikian itu karena ia telah mengetahui sesungguhnya dirinya trmsk org yg celaka. benar2 tlh trbuka baginya mengenai HAKEKAT KECELAKAAN DIRINYA di akhirat.
Tetapi apabila Anda pernah melihat seorang mayit yg kedua bibirnya merenggang atau merekah seakan-akan TERSENYUM, wajahnya berseri-seri, kedua matanya terbuka, maka perlu anda ketahui bahwa yg demikian itu karena ia telah diberi KABAR GEMBIRA dgn kebahagiaan yg bakal ia dptkan di Akhirat. Hakekat KEMULIAANnya benar2 telah terbuka dan ia ketahui."( Imam Al-Gazali )
buat bacaan santai, memang yg membuat tersenyum tergantung dr amal baik atau aqidah dr si mayit trsbt ! Hal mslh aqidah adalah yg memang sdh sehrsnya kt lakukan sesuai ajaran Al-Qur`an & Hadist, tapi TERSENYUM disaat kt msh bernafas di dunia ini bila kt niat kan untk ibadah lillahi ta`alla .... insyaAllah bs dicatat sbg amal baik dikit2 tp seringkan mdh2an bertambah terus PAHALANYA he he he e e.... adapun kepada siapa saja kita tersenyum di sekeliling kt itu adalah Rahasia muamallah . jadi hidup seimbang untuk menuju Ridho-Nya dgt semangat Hablun minAllah wa Hablun minannas (al Imran : 111)
  • Manfaat Senyum
1. Senyum membuat anda lebih menarik.


Kita akan selalu tertarik pada orang yang selalu tersenyum. Orang yang selalu tersenyum punya daya tarik tersendiri. Wajah yang berkerut, cemberut, membuat orang menjauh dari anda, tetapi sebaliknya senyum bisa membuat mereka tertarik.

2. Senyum mengubah mood anda


Ketika anda merasa jatuh atau “down” cobalah untuk tersenyum. Mungkin saja mood anda akan berubah menjadi lebih baik.

3. Senyum dapat merangsang orang lain tersenyum


Ketika seseorang tersenyum maka senyum tersebut akan membuat suasana menjadi lebih cerah, mengubah mood orang lain yang ada disekitarnya, dan membuat semua orang menjadi senang. Orang yang suka tersenyum membawa kebahagiaan buat orang yang ada di sekitarnya. Seringlah tersenyum maka anda akan disukai oleh banyak orang.

4. Senyum dapat Mengurangi stress


Stress secara nyata dapat muncul di wajah anda. Senyum membantu mencegah kesan bahwa kita sebenarnya sedang lelah atau merasa ”down”. Jika anda sedang stresss cobalah untuk tersenyum, maka stress anda akan berkurang dan anda akan merasa lebih baik untuk membuat langkah selanjutnya.

5. Senyum meningkatkan sistem imun (kekebalan) tubuh anda


Senyum dapat membantu kerja imun tubuh agar dapat bekerja dengan baik. Ketika anda tersenyum, fungsi imun meningkatkan kemungkinan anda menjadi lebih rileks.

6. Senyum menurunkan tekanan darah anda


Ketika anda tersenyum,maka tekanan darah anda akan menurun. Jika anda tak percaya, anda boleh mencobanya sendiri, jika anda memiliki alat pengukur tekanan darah di rumah anda.

7. Senyum mengeluarkan endorphins, (pereda rasa sakit secara alami) dan serotonin


Beberapa studi telah menunjukkan bahwa senyum dapat merangsang pengeluaran endorphin, pereda rasa sakit yang alami, serta serotonin. Senyum memang obat yang alami.

8. Senyum dapat melenturkan kulit wajah dan membuat anda terlihat lebih muda


Otot-otot yang digunakan untuk tersenyum ikut membuat anda terlihat lebih muda. Jika anda ingin sesuatu yang beda, maka berikan senyum anda sepanjang hari, maka anda akan terlihat lebih muda, dan merasa lebih baik.

9. Senyum membuat anda tampak sukses


Orang yang tersenyum terlihat lebih percaya diri dalam menjalani hidupnya. Cobalah tersenyum saat anda melakukan pertemuan dan saat ada janji, yakin rekan-rekan kerja, sahabat, orang-orang terdekat anda akan merasakan sesuatu yang berbeda.

10. Senyum membuat anda tetap positif


Cobalah tes ini: Senyumlah. Lalu sekarang cobalah berpikir sesuatu yang negatif tanpa berhenti tersenyum. Sulit ‘kan? Karena ketika anda tersenyum maka senyum tersebut akan mengirimkan sinyal ke tubuh anda bahwa “hidup anda saat ini baik-baik saja”.

Tersenyumlah

Tertawa sewajarnya merupakan obat kecemasan dan pelipur kesedihan. Dalam senyum terdapat kekuatan yang menakjubkan dalam menggembirakan jiwa dan menyenangkan hati, sehingga Abu darda berkata: “Sesungguhnya aku akan tertawa hingga hatiku akan terhibur.” Tertawa merupakan puncak keceriaan, kelegaan dan keriangan, asalkan tidak berlebihan, dengan sewajarnya, dan tidak di maksudkan mengejek atau mencemooh: “Jangan terlalu banyak tertawa, karena terlalu banyak tertawa akan mematikan hati.”

Hakikatnya, Islam adalah agama yang dibangun atas dasar keseimbangan dan keadilan, baik dalam hal akidah, ibadah, akhlak, maupun tingkah laku. Oleh karena itu, janganlah anda masamkan raut muka anda sehingga menakutkan orang yang melihat. Jangan pula anda tertawa terbahak – bahak. Akan tetapi, tampilkanlah wajah yang tenang, selalu berseri dan enak dipandang, sehingga menyenangkan orang yang memandang.

Kalau kita diminta memilih antara harta yang banyak atau jabatan terhormat dan jiwa yang tenang penuh keceriaan, tentu anda akan memilih yang kedua. Apa artinya harta jika jiwa penuh kemuraman? Apa artinya pangkat dan jabatan jika jiwa terkekang? Apa artinya kecantikan istri bila ia selalu cemberut dan menjadikan suasana rumah seperti neraka? Sungguh lebih baik seribu kali lipat istri yang tidak terlalu cantik tetapi mampu menciptakan suasana rumah seperti surga.

Senyum yang tampak secara lahir tidak akan bernilai bila muncul dengan pura – pura dan untuk menutupi seseorang yang berperangai menyimpang. Lihatlah bunga juga tersenyum; hutan tersenyum; dan lautan, sungai, langit, bintang, burung, semuanya tersenyum. Senyum mereka itulah senyum yang tulus. Jiwa yang senantiasa tersenyum akan melihat kesulitan dengan nyaman sambil berusaha mengatasinya. Jika mereka melihat sebuah persoalan, mereka tersenyum dan tetap tersenyum ketika mampu mengatasinya. Sebaliknya, jiwa yang muram akan akan melihat kesulitan dengan kesedihan. 

Bila menemui kesulitan, ia akan meghindar atau  membesar-besarkannya, semangatnya melemah dan berandai andai dengan kata-kata “kalau”, “bila”, dan “jika”. Betapa kita amat membutuhkan senyuman, keceriaan wajah, kelapangan dada, kemrahan hati, kelemahlembutan, dan keramahan. “Sesungguhnya Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah mewahyukan kepadaku (Rasululloh Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam) agar kalian bersikap tawadhu’ hingga tidak ada seorang pun yang berbuat zhalim terhadap orang lain.”